Selasa, 01 Maret 2016

LVG Peringatkan Rashford soal Tekanan dari Fans




Hasil gambar untuk foto marcus rashfordManajer Manchester United Louis van Gaal, memperingatkan striker mudanya yang sedang menjadi sensasi baru, Marcus Rashfrod, bahwa suporter kini akan mengharapkannya terus mencetak gol. Popularitas yang naik cepat akan disusul tekanan sangat besar.

Setelah penampilan perdananya di Liga Europa dan Premier League, striker berusia 18 tahun itu akan kembali diturunkan menghadapi Watford pada Rabu, 2 Maret 2016. Louis van Gaal memperingatkannya, harapan besar kini terletak di pundak sang debutan.

"Sekarang tekanan bakal semakin besar baginya, karena semua orang melihat kepadanya dengan cara yang berbeda. Setelah empat gol, fans mengharapkan gol kelima. Tapi dia jelas memiliki kualitas, dia bisa mencetak gol dengan caranya," kata Louis van Gaal, seperti dikutip dari Mirror.

Walau mendapat banyak perhatian, setelah menjalani debut yang luar biasa, Louis van Gaal yakin Rashford tidak akan membiarkan dirinya terlena. "Dia orang yang rendah hati, jadi saya tidak berpikir itu bakal menjadi masalah. Saya yakin dia akan tetap menjejak bumi."

Louis van Gaal memanfaatkan kesuksesan Rashford, untuk mencari pembenaran atas keputusannya membangun skuad yang kecil musim ini. "Karena kami memiliki skuad yang kecil, tidak lebih dari dua pemain untuk satu posisi, Anda bisa memberi kesempatan pada pemain muda."

"Anda tidak pernah tahu, jika seorang pemain bisa beradaptasi dengan ritme tim, tapi di melakukannya sangat baik. Normalnya dia juga akan mengalami penurunan di titik tertentu, itu juga alami," kata Louis van Gaal.

Van Gaal Jagokan Leicester Juara Premier League






Hasil gambar untuk foto Louis Van Gaal



Manajer Manchester United, Louis van Gaal, menjagokan Leicester City sebagai kandidat kuat peraih gelar juara Premier League musim ini. Ini berdasarkan posisi The Foxes di papan klasemen.

Leicester memang tampil cukup cemerlang pada musim ini dengan berhasil memuncaki klasemen sementara Premier League. Tim asuhan Claudio Ranieri tersebut sudah mengoleksi 56 poin dari 27 laga.

Posisi Leicester hanya unggul dua angka dari Tottenham Hotspur yang berada di bawahnya. Dengan laga yang menyisakan 11 lagi, Van Gaal menilai Leicester dan Tottenham memiliki peluang yang sama.

Walau begitu, Van Gaal menegaskan bila keduanya harus melewati Setan Merah dahulu bila ingin mencapai hal tersebut. Terlebih, MU tengah dalam performa yang baik usai mengalahkan Arsenal dengan skor 3-2 pada pekan lalu.

"Selalu yang nomor satu yang memiliki kans besar. Yakni, Leicester. Tottenham bermain sangat bagus. Mereka juga punya kans besar. Namun, keduanya harus melewati kami dulu," kata Van Gaal, seperti dilansir BeinSport.

MU sendiri saat ini tengah menempati peringkat kelima pada klasemen sementara Premier League dengan raihan 44 poin. Selanjutnya, Juan Mata dan kawan-kawan akan melawan Watford pada Kamis 3 Maret 2016 dini hari WIB.
 

Pura-pura Jatuh, Van Gaal Sebut Dirinya Bukan Badut



Louis van Gaal (Reuters / Phil Noble)




















Manajer Manchester United Louis van Gaal sempat mencuri perhatian saat timnya berjumpa dengan Arsenal dalam laga lanjutan Liga Premier Inggris, pekan lalu. Pelatih asal Belanda itu, bertingkah konyol di pinggir lapangan.

Van Gaal tiba-tiba merebahkan diri saat beradu argumen dengan wasit keempat. Ulah Van Gaal ini tentu saja sangat mengagetkan penonton terutama fan MU.

Pasalnya, Van Gaal biasanya lebih sering duduk di kursinya saat memimpin tim. Tapi, ia mencuri perhatian suporter lewat aksi protesnya kepada ofisial keempat Mike Dean.

Menanggapi kejadian itu, Van Gaal menyatakan bahwa dirinya bukan badut. "Saya Louis van Gaal, saya manusia biasa dan seorang manajer," kata Van Gaal jelang laga melawan Watford, Rabu (2/3/2016) malam waktu setempat.

"Itu bukan bagian filosofi saya, saya pikir Anda tak bisa memengaruhi permainan dari titik itu. Para pemain harus berpikir di lapangan. Bukan manajer."

Sebelumnya, Van Gaal juga sudah meminta maaf terkait aksi menjatuhkan dirinya itu. Ia mengungkapkan, aksi itu dia lakukan lantaran tak bisa mengontrol emosi.

"Saya emosional. Itu jarang terjadi. Biasanya saya duduk di bangku cadangan dan saya mendapatkan kritik karena hal tersebut. Saya telah meminta maaf pada wasit dan hakim garis," ujar Van Gaal seperti dikutip Express.

Gaji Marcus Rashford Bakal Naik 3 Ribu Persen





Penyerang MU, Marcus Rashford, saat mencetak gol kedua ke gawang Arsenal dalam laga Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Minggu (28/2/2016) malam WIB. (Action Images via Reuters/Jason Cairnduff)

Marcus Rashford benar-benar tengah naik daun. Performa gemilangnya tak hanya memincut pendukung Manchester United (MU), manajemen klub yang bermarkas di Old Trafford pun tak ingin kehilangan penyerang berusia 18 tahun itu.
Saat ini, manajemen MU tengah menggodok rencananya untuk menyodorkan kontrak baru kepada pemain jangkung itu. Kontrak Marcus Rashford sendiri dikabarkan akan berakhir musim panas.

Tak tanggung-tanggung, manajemen MU kabarnya bakal menaikkan gaji Rashford dari 500 menjadi 15 ribu pound (sekitar Rp 280 juta) per minggu. Itu artinya Rashford akan menikmati kenaikan gaji mencapai 3 ribu persen!

Wajar memang MU memperlakukan secara khusus pemain kelahiran Manchester, 31 Oktober 1997. Pasalnya, nama Marcus Rashford memang tengah menjulang usai melakukan debut saat lawan Midtjylland (Denmark) di ajang Liga Europa, pekan lalu.

Ketika itu, diturunkan sejak awal oleh pelatih Louis Van Gaal, Rashford memborong dua gol kemenangan 5-1 MU. Tiga hari kemudian, Rashford kembali mencetak dua gol saat MU mengalahkan Arsenal 3-2 di ajang Liga Inggris
 
Kiprah gemilang Rashford juga seiring dengan kebangkitan prestasi MU. Dalam tiga laga terakhir, Van Gaal dan pasukannya selalu mampu memenangkan pertandingan.

Bahkan, tak hanya Rashford, Van Gaal juga menurunkan sejumlah pemain debutan lainnya. Sebut saja Joe Riley, Regan Poole, Will Keane, ataupun Timothy Fosu-Mensah.

"Mereka semua tampak nyaman di lapangan. Merek semua bermain bagus," Michael Carrick, pemain senior MU buka suara. "Kita memang tidak akan pernah tahu apa yang bisa mereka lakukan sebelum memberi mereka kesempatan. Pelatih Van Gaal telah mengambil keputusan tepat menurunkan mereka (debutan)."